Sebuah pameran yang menampilkan karya-karya penting yang melihat kembali lanskap dengan cara yang berbeda: sebagai sesuatu yang terus berubah dan dipengaruhi oleh relasi kuasa, dari masa kolonial hingga kapitalisme modern.
23.05–04.10.2026
Tentang Pameran
Menelan Cakrawala (Swallow the Horizon) dibuka dengan sebuah provokasi: cakrawala, terlepas dari tampilannya yang tampak netral, sesungguhnya tidak sesederhana itu. Selama ini dianggap sekadar garis batas pertemuan daratan, laut, dan langit, cakrawala nyatanya adalah sebuah ranah konstruksi di mana pengetahuan diproduksi, wilayah diimajinasikan, dan kekuasaan dijalankan.
Menghadirkan sepilihan karya modern dan kontemporer—dari Raden Saleh, Franz Wilhelm Junghuhn, Heinz Mack, Robert Rauschenberg hingga Dede Eri Supria, I Nyoman Masriadi, Ipeh Nur, dan Thao Nguyên Phan—pameran ini menelusuri bagaimana lanskap dibentuk melalui berbagai berbagai cara pandang (regimes of vision). Dari pencitraan era kolonial hingga refleksi kontemporer mengenai praktik pemanfaatan sumber daya dan krisis ekologi, karya-karya ini mengungkap lanskap sebagai sebuah medan yang aktif, alih-alih sekadar latar belakang yang pasif.
Menelan Cakrawala, sebagaimana yang diutarakan pada pameran ini, pada akhirnya mengakui konstruksi yang berlapis di mana representasi, materialitas, dan kekuasaan tetap menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan.
Para Perupa
Akiq A.W.
Anselm Kiefer
Antoine A.J. Payen
Dede Eri Supria
Eddy Susanto
Franz Wilhelm Junghuhn
Heinz Mack
I Nyoman Masriadi
Ipeh Nur
Jan Daniel Beynon
Jean Dubuffet
Lang Jingshan
Moelyono
Raden Saleh
Robert Rauschenberg
S. Sudjojono
Thao Nguyên Phan
Theaster Gates
Wakidi
Zao Wou-Ki
dan lainnya.
Daftarkan diri Anda untuk menerima newsletter Museum MACAN
Ikuti perkembangan terkini tentang Museum MACAN. Dapatkan newsletter bulanan untuk pameran dan program publik mendatang.